Hukum Nun Mati dan Tanwin

إِدْغَامٌ بِغُنَّةٍ

Idgham Bighunnah

Memasukkan bunyi nun mati atau tanwin ke huruf berikutnya dengan dengung (ghunnah) selama 2 alif atau 2 harakat.

Penjelasan Lengkap

Idgham bighunnah adalah salah satu dari empat hukum nun mati dan tanwin. Hukum ini terjadi ketika nun mati (نْ) atau tanwin (ً ٍ ٌ) bertemu dengan salah satu dari empat huruf: ي (ya), ن (nun), م (mim), dan و (waw).

Dalam idgham bighunnah, bunyi nun mati atau tanwin "dimasukkan" ke dalam huruf berikutnya sehingga terdengar seperti bunyi huruf yang kedua dengan dengung (ghunnah). Lama dengungnya adalah 2 alif atau 2 harakat.

Cara membaca idgham bighunnah adalah dengan meleburkan bunyi nun mati/tanwin ke huruf idgham dan memanjangkan dengungnya selama 2 harakat. Misalnya, "min maarijin" dibaca "mimmaarijin" dengan bunyi mim yang berdengung.

Contoh dalam Al-Quran

مِنْ مَّا

min maa

"dari apa"

Al-Baqarah (25)

فَنِعْمَ أَجْرُ ٱلْعَٰمِلِينَ

fani'ma ajrul-'aamiliin

"maka sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal"

Ali Imran (136)

Kesalahan Umum

  • ×Membaca nun mati secara jelas (izhar) tanpa idgham
  • ×Tidak mendengungkan cukup lama (kurang dari 2 harakat)
  • ×Mendengung terlalu lama (lebih dari 2 harakat)
  • ×Salah mengucapkan huruf yang didengungkan

Hukum Terkait

Pelajari Idgham Bighunnah dengan Praktik

Gabung dengan mentor lulusan Al-Azhar Cairo untuk belajar Idgham Bighunnah secara langsung. Koreksi makhraj, praktik bacaan, dan tanya-jawab interaktif.

Chat dengan Mentor