Kamus Tajwid LengkapPanduan Membaca Al-Quran yang Benar
Pelajari hukum tajwid dari dasar hingga mahir. Mulai dari nun mati dan tanwin, mim mati, mad, qalqalah, hingga waqf. Setiap hukum dilengkapi dengan penjelasan detail dan contoh ayat dari Al-Quran.
Hukum Nun Mati dan Tanwin
Empat hukum bacaan ketika nun sukun atau tanwin bertemu huruf tertentu
Idgham Bighunnah
Memasukkan bunyi nun mati atau tanwin ke huruf berikutnya dengan dengung (ghunnah) selama 2 alif atau 2 harakat.
Idgham Bilaghunnah
Memasukkan bunyi nun mati atau tanwin ke huruf berikutnya tanpa dengung (ghunnah).
Ikhfa
Menyembunyikan bunyi nun mati atau tanwin samar-samar di hidung dengan dengung selama 2 harakat.
Iqlab
Mengubah bunyi nun mati atau tanwin menjadi bunyi mim dengan dengung selama 2 harakat.
Izhar
Membaca nun mati atau tanwin dengan jelas tanpa dengung.
Hukum Mim Mati
Tiga hukum bacaan ketika mim sukun bertemu huruf tertentu
Idgham Mimi
Meleburkan bunyi mim mati ke mim berharakat berikutnya dengan dengung selama 3 harakat.
Ikhfa Syafawi
Menyembunyikan bunyi mim mati samar-samar saat bertemu ba dengan dengung selama 2 harakat.
Izhar Syafawi
Membaca mim mati dengan jelas saat bertemu 26 huruf selain mim dan ba.
Hukum Mad
Hukum memanjangkan bunyi huruf hidup sesuai kaidah tajwid
Mad Asli / Mad Thabi'i
Pemanjangan bunyi alif, wawu sukun, atau ya sukun secara alami selama 2 harakat.
Mad Wajib Muttasil
Pemanjangan wajib 4-5 harakat ketika huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata.
Mad Jaiz Munfasil
Pemanjangan boleh 4-5 harakat ketika huruf mad di akhir kata bertemu hamzah di awal kata berikutnya.
Mad Lazim
Pemanjangan wajib 6 harakat ketika huruf mad bertemu huruf sukun yang lazim (tetap).
Mad Arid Lissukun
Pemanjangan 2, 4, atau 6 harakat ketika huruf mad di akhir kata berhenti karena waqf.
Mad Lin
Pemanjangan 2, 4, atau 6 harakat pada ya sukun atau wawu sukun sebelumnya fathah.
Mad Badal
Pemanjangan 2 harakat ketika hamzah didahului huruf mad dalam satu kata.
Mad Tamkin
Pemanjangan 2 harakat pada ya sukun bertasydid di akhir kata.
Hukum Qalqalah
Getaran bunyi pada huruf qalqalah yang mati
Hukum Waqf
Aturan berhenti dan memulai kembali dalam bacaan Al-Quran
Waqf Lazim
Berhenti wajib yang jika dilanggar akan mengubah makna.
Waqf Jaiz
Berhenti boleh yang tidak mengubah makna meski dilakukan atau tidak.
Waqf Mamnu
Berhenti terlarang yang jika dilakukan akan merusak makna.
Waqf Muttasil
Berhenti boleh dengan ibtida dari kata berikutnya, lebih utama dari wasal.
Waqf Munfasil
Berhenti boleh dengan ibtida dari awal ayat atau kata berikutnya.
Makhraj dan Sifat Huruf
Tempat keluar huruf dan sifat-sifatnya dalam tajwid
Tafkhim dan Tarqiq
Tebal dan tipisnya pengucapan huruf
Tafkhim
Pengucapan huruf dengan tebal dan penuh, biasanya dengan mengangkat pangkal lidah.
Tarqiq
Pengucapan huruf dengan tipis dan ringan, biasanya dengan menurunkan pangkal lidah.
Isti'la
Sifat lima huruf yang diucapkan dengan mengangkat pangkal lidah ke langit-langit.
Istifal
Sifat huruf yang diucapkan dengan menurunkan pangkal lidah, lawan dari isti'la.
Hukum Lam dan Hamzah
Aturan membaca lam pada kata Allah dan hukum-hukum hamzah
Lam Jalalah Tafkhim
Membaca lam pada kata "Allah" (الله) dengan tebal ketika didahului harakat fathah atau dhammah.
Lam Jalalah Tarqiq
Membaca lam pada kata "Allah" (الله) dengan tipis ketika didahului harakat kasrah.
Hamzah Washal
Hamzah yang terletak di awal kata dan dijatuhkan (tidak dibaca) ketika diwasalkan dengan kata sebelumnya.
Hamzah Qath
Hamzah yang selalu diucapkan (dibaca) baik saat memulai maupun saat menyambung dengan kata sebelumnya.
Hamzah di Tengah Kata
Hamzah yang terletak di antara dua huruf dalam satu kata, dengan kaidah penulisan dan pengucapan tertentu.
Hamzah di Akhir Kata
Hamzah yang terletak di akhir kata, dengan aturan khusus saat berhenti (waqf) dan menyambung (wasal).
Sifat Huruf
Karakteristik huruf hijaiyah yang mempengaruhi pengucapan
Jahr
Huruf yang diucapkan dengan suara keras dan jelas karena tekanan udara tertahan di makhraj.
Hams
Huruf yang diucapkan dengan suara lembut berdesis karena udara mengalir bebas dari makhraj.
Syiddah
Huruf yang diucapkan dengan tekanan kuat dan tegang karena tertahan di makhraj.
Rakhawah
Huruf yang diucapkan dengan tekanan lemah dan longgar karena udara mengalir bebas.
Tawasut
Huruf yang diucapkan dengan tekanan sedang, antara syiddah (kuat) dan rakhawah (lemah).
Itbaq
Huruf yang diucapkan dengan menutupkan sebagian lidah ke langit-langit, menghasilkan bunyi tebal.
Infitah
Huruf yang diucapkan dengan lidah terbuka dari langit-langit, menghasilkan bunyi tipis.
Lin
Huruf wawu atau ya sukun yang didahului oleh harakat fathah, diucapkan dengan lembut dan dapat dipanjangkan.
Inhiraf
Huruf yang pengucapannya menyimpang dari makhraj asli ke arah makhraj huruf lain.
Takrir
Huruf Ra yang diucapkan dengan getaran berulang (trill) dari ujung lidah.
Hukum Lanjutan
Aturan tajwid tingkat lanjut seperti wasal, nabr, dan idgham khusus
Wasal
Menghubungkan kata-kata secara kontinu tanpa pemisahan dalam bacaan Al-Quran.
Hamzat al-Wasl
Hamzah khusus pada awal kata yang dihilangkan bila disambungkan dengan kata sebelumnya.
Nabr
Tekanan atau penekanan suara pada huruf atau posisi tertentu untuk memberikan kejelasan dan kekuatan bunyi.
Taysir
Hukum kemudahan dalam tajwid yang membolehkan cara baca alternatif untuk pengucapan yang sulit.
Idgham Mutaqaribain
Meleburkan huruf sukun ke huruf berharakat berikutnya yang memiliki makhraj berdekatan namun tidak identik.
Masih Bingung dengan Tajwid?
Pelajari tajwid langsung dengan mentor lulusan Al-Azhar Cairo. Dijelaskan secara personal dan bisa langsung praktik.
Chat dengan Mentor