Hukum Lam dan Hamzah

لَامُ الْجَلَالَةِ التَّفْخِيمُ

Lam Jalalah Tafkhim

Membaca lam pada kata "Allah" (الله) dengan tebal ketika didahului harakat fathah atau dhammah.

Penjelasan Lengkap

Lam Jalalah Tafkhim adalah hukum membaca huruf lam pada kata "Allah" (الله) dengan suara tebal dan penuh. Hukum ini berlaku ketika kata sebelum "Allah" berakhiran harakat fathah ( َ ) atau dhammah ( ُ ).

Dalam tajwid, lam pada kata "Allah" memiliki dua keadaan: tafkhim (tebal) dan tarqiq (tipis). Lam Jalalah Tafkhim terjadi karena pengaruh harakat sebelumnya. Ketika didahului fathah atau dhammah, pangkal lidah terangkat sehingga lam dibaca tebal.

Contoh kata yang menyebabkan Lam Jalalah Tafkhim:

  • "qala Allah" (قَالَ اللَّهُ) - karena "qala" berakhiran fathah
  • "rasulullah" (رَسُولُ اللَّهِ) - karena "rasulu" berakhiran dhammah
  • "billahi" (بِاللَّهِ) - meski ada kasrah pada ba, kata "bi" adalah huruf jar, sehingga lam dibaca tipis (tarqiq), BUKAN tafkhim

Cara membaca: Angkat pangkal lidah ke langit-langit saat mengucapkan lam pada "Allah", bunyi menjadi tebal dan agak berat. Ini memberikan kesan kemuliaan dan keagungan nama Allah.

Contoh dalam Al-Quran

قَالَ اللَّهُ

qala Allahu

"Allah berfirman"

Al-Baqarah (30)

رَسُولُ اللَّهِ

rasulullahi

"Rasul Allah"

Al-Ahzab (40)

وَاللَّهُ

wallahu

"dan Allah"

Al-Baqarah (20)

Kesalahan Umum

  • ×Membaca lam tipis ketika seharusnya tebal
  • ×Tidak mengangkat pangkal lidah dengan cukup
  • ×Membaca semua lam pada "Allah" dengan cara yang sama tanpa memperhatikan harakat sebelumnya
  • ×Menganggap kasrah pada huruf jar menjadikan lam tebal

Hukum Terkait

Pelajari Lam Jalalah Tafkhim dengan Praktik

Gabung dengan mentor lulusan Al-Azhar Cairo untuk belajar Lam Jalalah Tafkhim secara langsung. Koreksi makhraj, praktik bacaan, dan tanya-jawab interaktif.

Chat dengan Mentor