Hukum Mad

ٱلْمَدُّ ٱلْجَائِزُ ٱلْمُنفَصِلُ

Mad Jaiz Munfasil

Pemanjangan boleh 4-5 harakat ketika huruf mad di akhir kata bertemu hamzah di awal kata berikutnya.

Penjelasan Lengkap

Mad Jaiz Munfasil terjadi ketika huruf mad (ا, و, ي) di akhir sebuah kata bertemu dengan hamzah (ء) di awal kata berikutnya (munfasil = terpisah).

Hukum ini jaiz (boleh) dibaca panjang atau pendek:

  • Panjang: 4 atau 5 harakat
  • Pendek: 2 harakat (seperti mad asli)

Namun, mayoritas qari membiasakan membacanya panjang (4-5 harakat) untuk keindahan bacaan.

Perbedaan dengan mad wajib muttasil: mad jaiz munfasil terjadi antara dua kata (mad di akhir kata, hamzah di awal kata berikutnya), sementara mad wajib muttasil dalam satu kata.

Contoh dalam Al-Quran

إِنِ ٱسْتَكْبَرُوا۟

inista-kbaruu

"jika mereka menyombongkan diri"

Al-Baqarah (34)

أَوَلَآ أَعْلَمُ

awa laa a'lam

"dan apakah (Allah) tidak mengetahui"

Al-Baqarah (33)

Kesalahan Umum

  • ×Membaca selalu pendek (sebaiknya panjang untuk indah)
  • ×Membaca terlalu panjang (lebih dari 5 harakat)
  • ×Tidak membedakan dengan mad wajib muttasil

Hukum Terkait

Pelajari Mad Jaiz Munfasil dengan Praktik

Gabung dengan mentor lulusan Al-Azhar Cairo untuk belajar Mad Jaiz Munfasil secara langsung. Koreksi makhraj, praktik bacaan, dan tanya-jawab interaktif.

Chat dengan Mentor